Gb1. Penarikan Murid PKL kompetensi Keahlian APL di UII Yogyakarta
CANGKRINGAN, YOGYAKARTA – Dalam upaya mewujudkan lulusan sekolah menengah kejuruan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, SMK Negeri 1 Cangkringan terus memperluas jaringan kemitraannya. Kali ini, langkah strategis diambil oleh kompetensi keahlian Analisis Pengujian Laboratorium (APL) dengan menjalin kerja sama akademik dan praktikal bersama Universitas Islam Indonesia (UII).
Sinergi yang dibangun antara SMKN 1 Cangkringan dan perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta ini diwujudkan melalui dua program utama, yaitu Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan penyelenggaraan kelas Guru Tamu. Kerja sama ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri maupun institusi pendidikan tinggi vokasi.
Gb 2. Murid kompetensi keahlian APL berfoto bersama Dosen dari UII dalam kegiatan Guru Tamu
Melalui program Guru Tamu, para dosen dan praktisi ahli dari laboratorium UII hadir secara langsung di ruang kelas SMKN 1 Cangkringan. Kehadiran pakar ini memberikan angin segar bagi para siswa, di mana mereka mendapatkan wawasan langsung mengenai perkembangan teknologi pengujian laboratorium terkini, standar operasional prosedur (SOP) berstandar industri, serta budaya kerja di laboratorium profesional.
“Kehadiran akademisi dari UII sebagai guru tamu memberikan perspektif yang lebih luas bagi anak-anak kami. Mereka tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi langsung dari praktisi yang sehari-hari bergelut di laboratorium tingkat universitas,” ungkap Bapak Margono, S.Pd, kepala sekolah SMKN 1 Cangkringan, saat ditemui padaSelasa (28/4/2026) .
Selain kelas Guru Tamu, kerja sama ini juga membuka pintu bagi siswa-siswi jurusan APL untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di fasilitas laboratorium milik Universitas Islam Indonesia. Selama masa PKL, para siswa akan mendapatkan pengalaman langsung (hands-on experience) dalam menggunakan instrumen pengujian tingkat lanjut yang mungkin belum tersedia di fasilitas sekolah.
Pengalaman ini dinilai sangat krusial. Siswa diajarkan untuk lebih teliti, disiplin, dan mematuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan laboratorium yang sesungguhnya. Keterlibatan langsung dalam proyek-proyek pengujian di UII akan mengasah keterampilan analisis mereka menjadi lebih tajam dan akurat.
Pihak UII pun menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dan upaya institusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di daerah. Diharapkan, sinergi berkelanjutan antara SMKN 1 Cangkringan dan UII dapat terus mencetak analis-analis laboratorium muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki etos kerja yang tinggi dan siap menghadapi tantangan di era industri modern.
Bagi masyarakat dan calon peserta didik yang tertarik dengan program unggulan dari Jurusan Analisis Pengujian Laboratorium, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui berbagai platform resmi SMKN 1 Cangkringan.
